Izin Penyadapan Getah Pinus Tidak Sesuai, Walhi Minta Dinas Kehutanan Sulsel Dievaluasi

INDONESIA-UPDATE.COM, TANA TORAJA – Terkait Perizinan Pengelolaan Getah Pinus yang dikeluarkan oleh Dinas PTSP Provinsi Sulawesi Selatan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan angkat bicara dan Meminta Pemerintah Provinsi untuk Mengevaluasi Menyeluruh semua ijin menyangkut pengelolaan hutan lindung yang di rekomendasikan oleh Dinas Kehutanan.

Surat izin untuk mengelola Hutan Lindung di Toraja Utara yang dikeluarkan oleh Dinas PTSP Provinsi Sulawesi Selatan dinilai rancu dan tidak sesuai.

“Surat izin yang di rekomendasikan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel sangat rancu, khususnya yang di toraja utara, detail luasan di surat izin tidak tercantum, ini yang akan mengakibatkan luasnya kerusakan hutan berdampak negatif terhadap lingkungan di toraja utara, Pemerintah Provinsi harus segera mengevaluasi secara menyeluruh Dinas Kehutanan Provinsi,” Kata Direktur Eksekutif, Muhammad Al Amin, Rabu (26/9/2018).

Walhi Sulsel juga menegaskan Pemberhentian aktivitas penyadapan getah pinus di Toraja Utara itu harua segera dilakukan dan meninjau kembali semua izin yang telah dikeluarkan untuk pengelolaan hutan lindung di Toraja Utara.

“Aktivitas Penyadapan getah pinus di Toraja Utara harus segera diberhentikan sementara, menunggu surat ijin yanh yang tidak rancu dan luasan wilayah serta titik-titik lokasi, bukan hanya keterangan desa,” tutupnya. (UP/IU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here