INDONESIA-UPDATE.COM, TORAJA UTARA – Terkait Akan dilakukannya Penggusuran di Pertokoan Rantepao, yang rencananya akan dibangun Dreams Plaza, kini menuai polemik di masyarakat, ratusan pedagang yang terdampak menolak Penggusuran tersebut.

Pasalnya Penggusuran tersebut tidak sesuai dengan prosedur, dan aturan hukum, surat pemberitahuan ketigapun dilayangkan, sementara belum ada pertemuan ketiga yang sudah dijadwalkan oleh pemerintah toraja utara saat pertemuan kedua.

Hal ini ditegaskan oleh Asosiasi Pedagang Toraja Utara, yang mengatakan bahwa polemik Pertokoan di Rantepao adalah tidak adanya solusi tempat yang layak bagi para pedagang, sementara itu keputusan Mahkama Konstitusi terkait sengketa lahan beberapa tahun lalu yang dimenangkan oleh pihak Asosiasi dan Pemerintah Toraja Utara harusnya dikaji kembali terkait hak-hak para pedagang dan pemerintah toraja utara, namun usai memenangkan sengketa lahan tersebut pihak Pemerintah Toraja Utara langsung mengeluarkan surat pemberitahuan ke tiga kepada pedagang untuk mengosongkan lokasi pertokoan rantepao.

“ini kan aneh, belum ada pertemuan ketiga dengan pihak pedagang, malah dikeluarkan surat pemberitahuan ke tiga kepada pedagang, pemilik usaha/eks pemilik hak guna bangunan pusat pertokoan rantepao untuk mengosongkan area pertokoan, seharusnya kan ada pertemuan ketiga dulu. Padahal kan sudah disepakati pada pertemuan kedua, untuk melakukan pertemuan kembali.” ungkap Julius Yusuf, Ketua Asosiasi Pedagang Toraja Utara, Senin (11/6/2018).

Tidak hanya itu saja pihak Asosiasi Pedagang Toraja Utara akan menempuh jalur hukum jika pedagang tidak mendapatkan hak-haknya secara adil.

“kami akan melakukan dan menempuh jalur hukum, dan kami akan melakukan somasi terhadap pemerintah toraja utara dan DPRD Toraja Utara.” tambah Julius.

Diketahui bahwa sekitar 240 Pedagang yang terdampak Penggusuran nantinya, sementara kesiapan dan kelayakan relokasi lahan untuk para pedagang belum mendapatkan kejelasan dari pihak pemerintah kabupaten toraja utara. (UP/IU)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here