Ratusan Perawat Di Toraja Utara Turun ke Jalan, Gelar Aksi Demo

0
426

INDONESIA-UPDATE.COM – TORAJA UTARA – Ratusan Tenaga PHT pada lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara, hari ini, Selasa (6/2/2018) melakukan aksi tuntutan yang di lakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr.Marsiano Manapa yang melakukan rasionalisasi melalui tes ulang kepada tenaga PHT pada lingkup Dinas Kesehatan Toraja Utara.

Hal ini di tolak oleh ratusan tenaga perawat dari 26 Puskesmas se kabupaten Toraja Utata dan Perawat Rumah Sakit Pongtiku yang mendatangi Kantor DPRD Toraja Utara.

Aksi tenaga Perwat dan Bidan yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Pegawai Harian Tidak Tetap Toraja Utara
melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Toraja Utara dengan melakukan beberapa tuntutan yakni meminta pemerintah untuk membayarkan gaji Honor selama 4 bulan di Tahun 2017 dan 1 bulan di Tahun 2018, menolak seleksi ulang tenaga PHT di bidang Kesehatan bagi tenaga harian tidak tetap yang sudah mengabdi.

Aliansi Pemuda dan Pegawai Harian Tidak Tetap Toraja Utara ini di pimpin langsung Koordinator Aksi, Perpi Senolinggi dan Jenderal Lapangan, Yulius Palenggang.

Disampaikan pula bahwa jumlah tenaga PHT pada lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara berjumlah 763 orang lebih yang tersebar di Puskesmas-puskesmas dan Rumah Sakit Pongtiku.

Aksi tenaga PHT ini juga mengatakan dengan lantang dalam orasinya bahwa uang susu sudah habis, uang Kontrakanpun sudah habis, Mereka meminta Pemerintah untuk membayar hak mereka.

Disampaikan pula jenderal lapangan bahwa kami tenaga perawat dan bidan hadapi manusia bukan komputer. Kami melayani pasien bukan dengan komputer. Kenapa harus di lakukan cara-cara tes seperti ini. Apa yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan untuk melakukan tes, kami seluruh tenaga PHT tidak setuju dan menolak.

“Uang susu sudah habis, uang Kontrakanpun sudah habis, Pemerintah mau di bawa kemana kita ini, sementara kami sudah bertahun-tahun mengabdi. Pemerintah tidak memikirkan rakyatnya, kalau ada pemerintah berarti semua sudah di bayar tetapi saya kira tidak ada pemerintah.” terang Yulius Palenggang selaku Jenderal Lapangan, Selasa (6/2/2016).

Diterangkan pula bahwa Pemerintah mengambil kebijakan yang salah yang tidak mengedepankan kemanusiaan dalam bidang kesehatan,”jelas Perpi Senolinggi selaku Koodinator lapangan.

Aksi ini berjalan lancar dan aman dengan di kawal dari puluhan aparat Kepolisian dari Mapolres Tana Toraja dan Polsek Toraja Utara dan di bantu dari Satpol PP Kabupaten Toraja Utara. (UP/IU).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here