Terimah Kasih Kenik, Tak Banyak Bisa Menjadi Dirimu Di Toraja

0
6812

INDONESIA-UPDATE.COM, TANA TORAJA – Ditengah kerasnya dunia remaja saat ini, yang diterpa dengan berbagai isu kekerasan, Pil Zombie, hingga maraknya prostitusi dikalangan remaja. namun berbeda dengan Sosok Perdi Danun, yang jauh dari kata gemerlapnya dunia remaja.

Perdi Danun menjadi Sosok Anak Tangguh bagi Ayah dan Neneknya, bahkan keluarganya. Pasalnya, Perdi setiap hari harus merawat Ayah Tercintanya yang Sakit sudah kurang lebih belasan tahun, tak hanya itu saja Perdi rela menguburkan masa depannya untuk mengeyam pendidikan demi merawat Sosok Ayahnya yang lumpuh, mereka hidup bertiga bersama sang nenek didusun Lebani, Kelurahan Leatung, Kecamatan Sangalla’ Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Perdi Danun yang akrab disapa Kenik ini baru berumur kurang lebih ebam belas tahun, dengan sabar dan ikhlasnya merawat sosok ayah tercintanya.

Betapa tidak, cerita singkat ayahanda Perdi membuat terharu, ketika ditanyakan soal keseharian Perdi, ternyata Perdi setiap harinya harus menurunkan ayahnya dari atas rumah untuk melakukan therapy matahari, usai menurunkan ayahnya perdi mencari kayu bakar untuk keperluan menanak air yang akan mereka minum bertiga bersama neneknya. Ternyata tak hanya itu saja, perdi juga menanak nasi dan membantu melakukan aktivitas BAB/BAK, hingga dengan setia dan penuh kesabaran perdi menyuapi sosok ayahnya semata wayang itu dengan penuh rasa tanggung jawab dan pengabdian.

“saya panggilnya kenik, dia sosok tangguh karunia dari Sang Pencipta untuk saya, saya juga merasa sedih dia sudah tidak sekolah karena harus merawat saya, tapi beginulah kenyataannya saya tidak bisa berbuat apa-apa karena sakit lumpuh ini.” Kata Paulus Bara Tau, yang adalah Ayah Perdi sambil menitikkan airmata, merasakan kesedihan yang mendalam dengan kondisi yang dia alami.

Sungguh miris, Begitu sayangnya Perdi kepada ayah dan neneknya hingga harus mengubur dalam-dalam mimpi untuk mengeyam pendidikan dan cita-citanya, memutuskan pilihan untuk menghabiskan sisa hidupnya merawat seorang ayah yang sedang sakit dan mengurus nenek yang sudah tua rentan bukan pilihan yang mudah bagi para remaja-remaja seumuran Perdi.

“kalau saya pergi kepasar membeli kebutuhan untuk kami makan saya hanya sebentar membeli yang dibutuhkan, khawatir ayah dan nenek kenapa-kenapa dirumah, apalagi ayah sedang sakit.” kata Perdi.

Untuk mencukupi keseharian mereka bertiga tidak jarang harus bergantung pada belas kasih para dermawan dan keluarga yang datang melihat dan membawa bekal baik beras dan kebutuhan lainnya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari mereka bertiga.

Perdi, Kenik, tidak banyak yang bisa kami lakukan buat kalian, berharap sedikit goresan ini, kelak membuka mata hati para dermawan dan bahkan pemerintah untuk datang melihat kondisi kalian. Tetaplah berjuang kenik, kami selalu berdoa untuk kesehatan kalian, semua akan indah pada waktunya. Salam Kami Buat Kalian. (UP/IU)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here